Pagi...
yang lama tak terhiasi mentari...
Duhai insan teruskanlah menari...
Meski resah jiwa menelusup dispenjuru lubang pori...
dan, keraguan terys berputar mengitari...
yang lama tak terhiasi mentari...
Duhai insan teruskanlah menari...
Meski resah jiwa menelusup dispenjuru lubang pori...
dan, keraguan terys berputar mengitari...
Sejengkal demi sejengkal langkah
terus bawahlah berlari...
Walau kenyataan ditiap persimpangan tersebat tajamnya duri...
Kais yang terindah dengan balutan arti cukup...
tepiskan dengki iri...
Tuhan memang telah pastikan isi pundi...
Kuasanya jangan pernah kita ingkari
Nikmat pagi tanpa mentari...
Tanpa lentera mata teruslah menelusuri...
Jalan masih panjang...
Dia telah Janjikan...
Keindahan bagi semua yang selalu tunduk sujudkan diri...
Walau kenyataan ditiap persimpangan tersebat tajamnya duri...
Kais yang terindah dengan balutan arti cukup...
tepiskan dengki iri...
Tuhan memang telah pastikan isi pundi...
Kuasanya jangan pernah kita ingkari
Nikmat pagi tanpa mentari...
Tanpa lentera mata teruslah menelusuri...
Jalan masih panjang...
Dia telah Janjikan...
Keindahan bagi semua yang selalu tunduk sujudkan diri...
ahay...
pagi masih tak bermentari...
aku pun terus mencari...
Mencari secangkir kopi...
pagi masih tak bermentari...
aku pun terus mencari...
Mencari secangkir kopi...