rintih hujan menemaniku malam ini. malam yang selalu mempunyai misteri berbeda setiap harinya. entah apa yang ada dalam pikiranku saat ini. sungguh aku tak mengerti.
kukayuh sepeda tua ku ini dan butiran air hujan menemaniku dalam perjalanan. hening, dingin dan tenang itu yang aku rasa. aku menghentikan sepeda ku tepat di sebuah toko, dan membeli seikat bunga lily putih yang kau sukai. aku akan selalu meletakannya di depan pintu rumahmu lalu pergi menjauh tanpa meninggalkan jejak rasa itu dari ku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar