Suatu pagi aku melihatmu sendiri dibalik tembok kelas.
Kau menangis dengan tersendu namun tetap tenang.
Apa yang kau tangisi di pagi yang cerah ini?
Tidak kah salah tangismu membasahi mata itu.
Kesedihan kah itu yang kau tangisi.
Atau luapan suatu kebahagiaan?
Sadarkah kau bahwa hati ku resah melihatmu.
Hanya sendiri, menangis, dan tertatih.
Harusnya aku datang dan menghapus tangismu.
Tapi aku tidak mau jika yang ku hapus hanyalah kesedihan.
Mungkin itu suatu kebohongan dibalik kebodohan ku.
Mungkin itu hanya sebuah mimpi dari seorang pemimpi.
Apapun yang ingin kau lakukan, lakukanlah semaumu.
Hanya jangan pernah melupakan satu hal yang teramat penting.
Tidak peduli sesakit apapun yang kau rasakan dan selama apapun kau menangis.
Asalkan kau masih mengingat betapa bahagianya saat kau tersenyum dan tertawa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar