Perasaan menghantui yang bermain dalam indranya tanpa henti seperti ujung jari pemusik memainkan senar. Perasaan baru yang muncul dari kehampaan - atau mungkin datang dari sesuatu yang lain. Perasaan itu tumbuh dan berkembang sampai mampu memeluk seluruh keberadaan spiritualnya. Perasaan itu mengisi jiwa nya dengan kenikmatan yang dekat dengan kematian, dengan rasa manis kepedihan dalam kepahitannya. Sebuah perasaan yang lahir dari angkasa luas sebuah menit yang terisi keterlelpan. Satu menit yang memberikan kelahiran bagi pola zaman seperti bangsa yang lahir dari sebuah benih.
~~~ Kahlil Gibran atau Gibran Khalil Gibran ~~~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar